TRAINING PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN
TRAINING PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN
Training Pengukuran Berbasis Balanced Scorecard
Training Konsep Dasar Balanced Scorecard
DESKRIPSI TRAINING PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN
Pengukuran kinerja merupakan pendekatan sistematik dan terintegrasi
untuk memperbaiki kinerja organisasi dalam rangka mencapai tujuan strategi
organisasi dan mewujudkan visi dan misinya (Mahmudi, 2005:15 dalamPratiwi danMildawati, 2014). Pengukuran kinerja adalah salah satu faktor yang sangat pentingbagi perusahaan karena merupakan usaha memetakan strategi ke dalamtindakanpencapaian target tertentu (Giri, 1998 dalam Dewi, 2015). Sistempengukurankinerjadapat dijadikan sebagai alat pengendalian organisasi, karena pengukurankinerjadiperkuat dengan menetapkan reward dan punishment system (Ulum, 2009dalamDewi, 2015).
Pengukuran kinerja merupakan hal yang esensial bagi sebuah perusahaan, dan pengukuran kinerja secara finansial saja ternyata tidak cukup mencerminkan kinerja perusahaan yang sesungguhnya. Karena itu, konsep scorecard (ukuran kinerja) lama yang hanya berdasarkan finansial mulai ditinggalkan. Muncul pemikiran baru yang dipelopori Kaplan (guru besar Ilmu Akuntansi dari Harvard Business School) dan Norton (konsultan dalam manajemen akuntansi dari Amerika) pada tahun 1992 untuk memperkenalkan konsep Balanced Scorecard sebagai suatu measurement system yang mencoba menyeimbangkan alat ukur lama yang hanya berdimensi finansial dengan dimensi baru yang bersifat non-finansial.
Pada prinsipnya, Balanced Scorecard adalah konsep yang merupakan penerjemahan strategi dan tujuan yang ingin dicapai perusahaan dalam jangka panjang, yang kemudian diukur dan dimonitor secara berkelanjutan. Balanced Scorecard telah menjadi salah satu pendekatan yang digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan secara keseluruhan, dengan mengkombinasikan pengukuran-pengukuran tradisional yang menggunakan parameter finansial dengan pengukuran-pengukuran yang bersifat non-finansial secara seimbang, dengan menggunakan empat perspektif, yaitu : perspektif finansial, pelanggan, proses bisnis internal, dan sumber daya manusia (SDM).
Fokus dari balanced scorecard adalah untuk meningkatkan proses manajemen dalam klarifikasi dan translasi dari visi dan strategi. Selain itu juga untuk komunikasi
dan hubungan tujuan dan ukuran strategi, rencana set target dan aliansi inisiatif strategi, serta untuk mencapai dan mempelajari strategi feedback.
Sejak diperkenalkan oleh Kaplan dan Norton, balanced scorecard seakan telah menjadi keharusan bagi perusahaan untuk menerapkannya. Dan tak terhitung berapa banyak perusahaan di dunia ini yang menggunakan balanced scorecard sebagai tools untuk mengukur kinerja perusahaan. Namun, suatu kenyataan pula, dari sekian banyak perusahaan yang mengaplikasikan balanced scorecard, hanya sekitar sepuluh persen yang berhasil. Selebihnya hanya menghasilkan tumpukan dokumen. Mengapa demikian? Kuncinya ternyata pada strategy map. Perusahaan-perusahaan yang gagal dalam menjadikan balanced scorecard sebagai tools untuk meningkatkan kinerja dan tools untuk menggapai cita-cita, ternyata mereka tidak memiliki strategy map.
Dari hasil penelitian, perusahaan-perusahaan yang berhasil menggunakan alat manajemen tersebut antara lain karena adanya konsistensi dalam mensinkronkan (realigning) antara visi dan strategi serta program yang ditulis dalam Corporate Strategic Planning (Rencana Stratejik Perusahaan). Yang melandasi berhasilnya kinerja perusahaan adalah bila Board of Directors memiliki KPI (Key Performance Indicators) dan setiap Director memiliki KPI yang akan terus diturunkan ke bawah (cascading down) sampai ke tingkat Pelaksana. Sebab, tanpa KPI Board dan Directors akan sulit bagi Pelaksana untuk mencapai kinerja dan visi perusahaan.
Para Pemegang Saham perusahaan tentunya menghendaki suatu kepastian arah dan tujuan perusahaan serta pengembangannya.Mengapa kepastian arah yang akan dituju dan pengembangannya perlu disusun dan terdokumentasi?
Jawabannya ada pada Program Workshop 2 (dua) hari ini, yang akan memberikan keterampilan kepada para Peserta untuk dapat melaksanakan Pengukuran Kinerja Perusahaan berdasarkan Balanced Scorecard.
Perlunya memilih provider training CASA TRAINING yang tepat agar pengetahuan kita mengenai PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN tidak salah
TUJUAN TRAINING PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN
- Memberikan keterampilan praktis kepada para Peserta dalam merumuskan KPI BOD, Directors, dan Managers untuk mencapai visi dan melaksanakan misi perusahaan serta fokus pada strategi.
- Memberikan keterampilan praktis kepada para Peserta untuk melaksanakan pengukuran kinerja perusahaan berbasis balanced scorecard.
SASARAN
Setelah mengikuti Workshop ini, diharapkan para Peserta:
- Memahami konsep dasar Balanced Scorecard sebagai management tools untuk mencapai visi , melaksanakan misi dan sasaran korporat.
- Menyamakan persepsi seluruh jajaran di korporat sehingga setiap anggota dapat mensinkronkan langkah stratejiknya dengan fungsi – fungsi lainya dalam manajemen sehari hari.
- Mampu membuat Key Performance Indicator untuk departemennya dan untuk dirinya sendiri.
Dengan mengikuti pelatihan CASA TRAINING Peserta dapat berbagi pengetahuan / sharing knowledge mengenai PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN dengan peserta dari perusahaan lain yang bergerak di bidang PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN
MATERI TRAINING PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN
Balanced Scorecard, the history, the basic concept, what is it and what is it for ?
- Understanding Corporate Vision and Mission
- Financial Perspective, Customer Perspective, Internal Business Process Perspective, and Learning and Growth Process Perspective
- Value creating processes : Operations Management Processes, Customer Management Processes, Internal Business Process and Learning and growth.
- Intangible Assets
- Human Resource Scorecard
- Building strategies and Strategy Map.
- Key performance Indicators
- Lagging Indicator
- Leading Indicator
- Strategic Objectives and Exercise
- Strategic Initiatives and Exercise
- Action Plan
PESERTA TRAINING PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN
Program Workshop ini ditujukan bagi:
- General Manager
- Manajer Senior
- Manajer
- Asisten Manajer
- Supervisor
METODE
Metode penyelenggaraan baik secara training online atau training zoom atau training daring maupun training offline atau training tatap muka :
- Presentasi
- Diskusi antar peserta
- Studi kasus
- Simulasi
- Evaluasi
- Konsultasi dengan instruktur
TRAINER/ INSTRUKTUR
Instruktur yang berkompeten di bidang PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN
Tim Instruktur CASA TRAINING
Kegiatan training dan konsultansi dikelola oleh para tenaga ahli dan instruktur yang berpengalaman dan berkompeten di bidangnya. Ini akan menjadi “kunci” bagi suksesnya aktivitas training dan konsultansi yang dijalankan.Juga menjadi kunci bagi perkembangan perusahaan anda di masa depan.
Karena kompleksnya pelatihan ini, maka dibutuhkan pendalaman yang lebih komprehensif melalui sebuah training.Dan menjadi sebuah kebutuhan akan training provider yang berpengalaman di bidangnya agar tidak membuat peserta menjadi cepat bosan dan jenuh dalam mendalami bidang teknik ini.
Jadwal Pelatihan Casa Training 2026 :
Batch 1 : 20 – 21 Januari 2026
Batch 2 : 10 – 11 Februari 2026
Batch 3 : 3 – 4 Maret 2026
Batch 4 : 14 – 15 April 2026
Batch 5 : 19 – 20 Mei 2026
Batch 6 : 24 – 25 Juni 2026
Batch 7 : 8 – 9 Juli 2026
Batch 8 : 19 – 20 Agustus 2026
Batch 9 : 16 – 17 September 2026
Batch 10 : 7 – 8 Oktober 2026
Batch 11 : 18 – 19 November 2026
Batch 12 : 9 – 10 Desember 2026
Lokasi Training Offline atau Online :
- Yogyakarta
- Jakarta
- Bandung
- Bali
- Surabaya
- Lombok
- Online via Zoom
Catatan : Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.
Fasilitas Training Offline atau Online :
Negotiable / by request

