TRAINING PEMETAAN EFEKTIVITAS PROGRAM
Training Menyusun Program Csr
Training Partisipatory Rural Appraisal
DESCRIPTION TRAINING PEMETAAN EFEKTIVITAS PROGRAM
Pemetaan adalah suatu proses menyajikan informasi muka Bumi yang berupa fakta, dunia nyata, baik bentuk permukaan buminya maupun sumberdaya alamnya, berdasarkan skala peta, sistem proyeksi peta, serta simbol-simbol dari unsur muka Bumi yang disajikan. Perencanaan Program Corporate Social Responsibility (CSR) yang komprehensif perlu dilakukan agar program CSR dapat efektif mencapai tujuannya dan sesuai pedoman yang ada. Perencanaan program disusun secara bersama antara pihak perusahaan dengan stakeholder berdasarkan kebutuhan stakeholder dan kondisi sosial ekonomi wilayah yang akan menerima tanggung jawab sosial perusahaan. Langkah awal dalam penyusunan program adalah melakukan pemetaan kebutuhan stakeholder. Hal ini sesuai dengan pedoman ISO 26000 khususnya klausul 5 dan klausul 7, bahwa organisasi perlu mengidentifikasi stakeholder, melibatkan stakeholder mulai dari identifikasi kebutuhan dan harapan stakeholder serta melibatkan stakeholder dalam perencanaan, pelaksanaan, dan monitoring program. Stakeholder (pemangku kepentingan) adalah organisasi atau individual yang mempunyai satu atau beberapa kepentingan dalam setiap keputusan dan kegiatan suatu organisasi. Kepentingan dalam konteks ini adalah kepentingan dari yang paling sederhana yaitu didengar pendapat dan keinginannya sampai pada kepentingan yang berkenaan dengan pembangunan berkelanjutan (sustainable development), misalnya aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Perlunya memilih provider training CASA TRAINING yang tepat agar pengetahuan kita mengenai PEMETAAN EFEKTIVITAS PROGRAM tidak salahOBJECTIVES TRAINING PEMETAAN EFEKTIVITAS PROGRAM
- Membekali staff untuk dapat melakukan pemetaan kebutuhan stakeholder dan kondisi sosial ekonomi wilayah yang akan menerima tanggungjawab sosial perusahaan dengan Metaplan dan Metode Value Chain.
- Membekali staff untuk dapat menyusun program CSR dan monev berdasarkan hasil analisis pemetaan sesuai dengan pedoman perusahaan dan ISO 26000
OUTLINES PEMETAAN KEBURUHAN STAKEHOLDER, PENYUSUNAN PROGRAM, MONITORING EVALUASI, DAN PENGUKURAN EFEKTIVITAS PROGRAM #
- Pemetaan Stakeholder Metode Pemetaan: Metode yang digunakan untuk pemetaan adalah PRA (Partisipatory Rural Appraisal), dilengkapi dengan aspek keunggulan daya saing dalam lingkup Desa. Metode ini berorientasi pada peningkatan partisipasi masyarakat, pembelajaran serta pemberdayaan masyarakat. Metode pengumpulan data : Interview, diskusi, partisipatif, Focus Group Discussion (FGD) dengan memperhatikan prinsip Trianggulasi. Keluaran : Keluaran (output) dari pemetaan ini adalah Rencana kegiatan kelompok dan rencana kegiatan masyarakat Desa, Rencana kegiatan ini akan digunakan sebagai rujukan dalam pembuatan RTL (Rencana Tindak Lanjut) berupa kegiatan pelatihan maupun penyuluhan di tingkat Desa.
- Perencanaan training partisipatory rural appraisal murah
Dalam ISO 26000, perencanaan program diarahkan pada program-program internal organisasi (perusahaan pemilik CSR) dan program-program eksternal, yaitu program yang diarahkan pada masyarakat atau pemangku kepentingan. Dalam perencanaan program eksternal yang dilakukan adalah :
- Pembuatan matrik program Matrik program adalah suatu bentuk rencana program yang disusun dari hasil analisis kesenjangan (gap analysis) berdasarkan hasil pemetaan antara harapan/ekspektasi dan kondisi riil yang ada di masyarakat calon penerima manfaat (benefeseries). Matrik program terdiri dari beberapa kegiatan pengembangan masyarakat yang saling terkait antara kegiatan satu dengan yang lain, rencana kapan kegiatan tersebut akan dilaksanakan, dan siapa saja pendukung kegiatan. Prinsip-prinsip yang digunakan dalam menentukan kegiatan di dalam matrik program, adalah Relevansi, Signifikan, dan memprioritaskan Efeknya.
- Pembuatan LFA (Logical Framework Approach) Adalah alat manajemen yang umum dipakai dalam pemantauan desain, dan evaluasi pembangunan internasional proyek.
- Tujuan pembuatan logframe :
- Sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan
- Mempermudah pelaksanaan monitoring
- Mempermudah dalam mengukur keberhasilan kegiatan
- Mempermudah evaluasi
- Dalam pembuatan logframe menggunakan prinsip Indikator “SMART”:
-
- Specific àkespesifikan atau kekhasan dari hasil atau perubahan yang ingin dicapai.
- Measurable à kebisaan diukur dari perubahan yang ingin dicapai. Kebisaan diukur ini ditentukan oleh tingkat ketersediaan alat ukur untuk mengukur perubahan yang dimaksud.
- Achievable à kebisaan dicapai dari perubahan yang ingin dicapai. Apakah perubahan yang diinginkan tersebut bisa dicapai, khususnya jika mengacu kepada keterikatan waktu yang disediakan
- Relevant à kecocokan perubahan yang diinginkan dengan keinginan para pihak yang diinginkan mengalami perubahan tersebut.
- Time bound à keterikatan akan dimensi waktu atau kapan perubahan yang diinginkan akan dicapai.
- Perencanaan Monitoring & Evaluasi Tujuan monitoring dan Evaluasi adalah membuat “penilaian” sesistematis dan seobjektif mungkin, mengenai proyek baik ketika masih berlangsung maupun ketika sudah selesai. Salah satu Metode yang umum adalah pengukuran indikator, indikator dalam monev dapat berupa indikator kuantitatif maupun kualitatif karena tidak semua capaian dapat diukur dengan indikator kuantitatif.
-
- Dalam Monitoring dan Evaluasi perlu menilai :
- Efisiensi : menilai antara input dan output
- Relevansi : menilai antara output dan goal
- Efektifitas : Menilai antara kegiatan dan outcome
- Keberlanjutan : menilai antara kegiatan dan goal
METODE
Metode penyelenggaraan baik secara training online atau training zoom atau training daring maupun training offline atau training tatap muka :
- Presentasi
- Diskusi antar peserta
- Studi kasus
- Simulasi
- Evaluasi
- Konsultasi dengan instruktur
TRAINER/ INSTRUKTUR
Instruktur yang berkompeten di bidang PEMETAAN EFEKTIVITAS PROGRAM
Tim Instruktur CASA TRAINING
Kegiatan training dan konsultansi dikelola oleh para tenaga ahli dan instruktur yang berpengalaman dan berkompeten di bidangnya. Ini akan menjadi “kunci” bagi suksesnya aktivitas training dan konsultansi yang dijalankan.Juga menjadi kunci bagi perkembangan perusahaan anda di masa depan.
Karena kompleksnya pelatihan ini, maka dibutuhkan pendalaman yang lebih komprehensif melalui sebuah training.Dan menjadi sebuah kebutuhan akan training provider yang berpengalaman di bidangnya agar tidak membuat peserta menjadi cepat bosan dan jenuh dalam mendalami bidang teknik ini.
Jadwal Pelatihan Casa Training 2026 :
Batch 1 : 20 – 21 Januari 2026 Batch 2 : 10 – 11 Februari 2026 Batch 3 : 3 – 4 Maret 2026 Batch 4 : 14 – 15 April 2026 Batch 5 : 19 – 20 Mei 2026 Batch 6 : 24 – 25 Juni 2026 Batch 7 : 8 – 9 Juli 2026 Batch 8 : 19 – 20 Agustus 2026 Batch 9 : 16 – 17 September 2026 Batch 10 : 7 – 8 Oktober 2026 Batch 11 : 18 – 19 November 2026 Batch 12 : 9 – 10 Desember 2026Lokasi Training Offline atau Online :
- Yogyakarta
- Jakarta
- Bandung
- Bali
- Surabaya
- Lombok
- Online via Zoom Catatan : Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.
