PELATIHAN PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN
PELATIHAN PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN
TRAINING PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN DI JAKARTA
DESKRIPSI PELATIHAN PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN
Pengembangan kepribadian berarti kemauan diri sendiri untuk menata aspek internal diri atau sikap batin, dan aspek perilaku eksternal diri, yaitu cara Anda menampilkan diri atau tampak sisi luar diri di persepsi orang lain.
Kepribadian manusia dapat dikelompokkan ke dalam dua kontinumorientasi kepribadian. Pertama, orientasi kepribadian berdasarkan kontinum task oriented vs people oriented. Kedua, orientasi kepribadian berdasarkan kontinum extrovert vs introvert. Jika Anda memiliki tipe kepribadian yang task oriented berarti fokus Anda adalah pada penyelesaian tugas-tugas pekerjaan sehingga ketika bekerja sama dengan orang lain, Anda tetap fokus pada bagaimana tugas-tugas yang ada bisa diselesaikan dan kurang memberi perhatian kepada orang yang bekerja sama dengan Anda. Sebaliknya, jika Anda seorang yang people oriented berarti fokus Anda adalah pada orangnya yaitu dengan memberi perhatian -dan waktu- pada hal-hal personal dari orang tersebut sehingga kurang memperhatikan target penyelesaian tugas-tugas yang ada.
Pada kontinum kedua, jika Anda seorang yang bertipe extrovert berarti Anda lebih menyukai lingkungan luar / baru, bersikap terbuka, energikdan cepat dalam bertindak. Sebaliknya tipe introvert, berarti Anda lebih menyukai aktivitas di dalam rumah / kantor, senang dengan privacy, tenang dan hati-hati dalam bertindak.
Berdasarkan kategori dari dua kontinum ini, maka tipe kepribadian manusia dapat dibagi menjadi 4 (empat) kombinasi pokok, yaitu tipe (1) task + extrovert, tipe (2) people + extrovert, tipe (3) people + introvert, dan tipe (4) task + introvert. Anda dapat masuk ke salah satu tipe ini atau bisa juga lebih dari satu.
Yang menjadi persoalan sehubungan dengan pekerjaan, yaitu kita tidak baik jika hanya berfokus kepada task saja atau people saja, misalnya tipe (1)/(4) saja atau tipe (2)/(3) saja.Jika kita hanya berfokus pada task, maka kitaakan mengabaikan faktor human dari orang yang bekerja sama dengan kita dan kita akan dirasakan sebagai pribadi yang “kering”atau insensitive. Akibatnya orang lain akan merasa tidak nyaman dalam berinteraksi dengan kita. Terlebih lagi jika kita berposisi sebagai pimpinan. Bawahan akan sulit termotivasi atau merasa stres dalam bekerja jika atasan hanya melihat padatugas pekerjaan tanpa peduli pada faktor human atau personal bawahan.
Sebaliknya, jika kita hanya berfokus pada people, kita juga akan kesulitan dalam hal pencapaian target-target pekerjaanseperti target kuantitas atau tenggat waktu kerja. Atau bisa juga dalam hal bersikap tegas kepada rekan kerja atau bawahan yang melakukan pelanggaran karena kita merasa tidak enak atau tidak sampai hati membuat sedih / terpukul orang yang kita tegur / hukum. Jadi sebaiknya tipe kepribadian kita memiliki kombinasi atau ada keseimbangan antara task dan people oriented.
Dalam hal tipe extrovert, introvert, ada tugas-tugas yang cocok dikerjakan oleh orang extrovert seperti tugas sales, dll dan ada juga tugas-tugas yang cocok dilakukan oleh orang introvert seperti account payable keuangan, dll. Namun demikian, pada kenyataannya tugas-tugas dari sebuah posisi seringkali tidak seluruhnya ter-cover oleh satu tipe extrovert atau introvert saja. Tugas-tugas yang ada di pekerjaan dapat menuntut “kemampuan” dari kedua tipe tersebut. Sebagai contoh, seorang sales, selain harus menawarkan produk ke calon customer dan mencapai target penjualan, bisa juga ditugaskan untuk merekam data penjualan secara akurat, menganalisa kebutuhan pasar dan membuat laporan. pelatihan people skill
Lalu seorang account payable, selain bertugas meng-input data tagihan dan melakukan proses pembayaran, bisa juga dituntut agar ikut menjelaskan tentang prosedur penagihankepada para vendor agar tidak bolak-balik ke bagian keuangan karena dokumen yang belum lengkap. Bahkan jika perlu, mengadakan sesi khusus dengan para vendor dan juga user terkait, untuk mensosialisasikan tentang prosedur penagihan dan pembayaran termasuk menangani -jika ada- complaint dari vendor dan user.
Di sisi lain, menimbang tuntutan bisnis yang terus berubah seiring perkembangan jaman, maka organisasi juga dapatmengalami perubahanyang berdampak pada posisi-posisi yang ada. Bisa saja Anda selama ini menduduki satu posisi tertentu, akibat restrukturisasi organisasi, ternyata posisi Anda dihapus atau dilebur ke posisi lain sehingga Anda harus mencari posisi baru dan mungkin juga harus bersaing dengan rekan yang lain.
Oleh karena itu, sebaiknya jangan terpaku pada tugas-tugas yang membuat Anda nyaman selama ini. Anda perlu melakukan stretching dan keluar dari zona nyaman pekerjaan Anda. Jadiketika terjadi re-organisasi yang membuat tugas-tugas yang tersediabergeser dari extrovert ke introvert atau sebaliknya, Anda sudah siap dan mampu bersaing.
Perlunya memilih provider training CASA TRAINING yang tepat agar pengetahuan kita mengenai PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN tidak salah
TUJUAN PELATIHAN PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN
TUJUAN UMUM
- Meningkatkan kualitas kepribadian agar dapat berperilaku dan berinteraksi lebih baik dari sebelumnya dan memberikan performance terbaik sesuai kapasitas kepribadian yang dimiliki
TUJUAN KHUSUS
- Mendapat pencerahan atas masalah yang menyebabkan kelemahan kepribadian diri
- Memahami kekuatan dan kelemahan kepribadian diri
- Memahami target peningkatan kualitas perilaku yang diharapkan
- Mendapatlatihan yang tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan individual
- Memiliki keseimbangan kualitas kepribadian
MANFAAT PROGRAM
- Mendapat motivasi baru untuk meningkatkan kualitas kepribadian
- Meningkatkan rasa percaya diri
- Meningkatkan kualitas leadership
- Memperbesar peluang untuk perkembangan dan kemajuan karir
- Mengenali potensi bakat yang dimiliki
- Mengetahui alternatif pekerjaan atau profesi yang sesuai dengan bakat diri
Dengan mengikuti pelatihan CASA TRAINING Peserta dapat berbagi pengetahuan / sharing knowledge mengenai PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN dengan peserta dari perusahaan lain yang bergerak di bidang PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN
MATERI PELATIHAN PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN
Ada 4 (empat) prinsip dasar yang digunakan di dalam program ini. Yang pertama mengacu kepada empat fase pembelajaran berikut :
- Fase Pertama : Saya tidak tahu kalau saya tidak menguasai
- Fase Kedua : Saya tahu kalau saya tidak menguasai
- Fase Ketiga : Saya tahu kalau saya menguasai
- Fase Keempat : Saya tidak tahu (tidak sadar) kalau ternyata saya menguasai
Pengenalan kepribadian kita dapat dianalogikan seperti fase pembelajaran ini. Kita boleh jadi tidak menyadari apa yang menjadi kelemahan diri kita. Bisa juga kita menyadari bahwa kita memang memiliki kekurangan dalam suatu kualitas tertentu. Lalu melalui proses belajar, akhirnya kita bisa menguasai suatu kualitas tertentu. Dan jika kualitas tersebut sudah menjadi kebiasaan, bisa jadi kita tidak sadar atau lupa bahwa kita sudah menguasai kualitas tersebut.
Prinsip belajar yang kedua adalah dalam hal sasaran belajar yang mencakup 3 (tiga) ranah berikut :
- Pemahaman (ranah kognitif)
- Penghayatan (ranah afektif)
Pemahaman dan penghayatan ini adalah terhadap nilai, keyakinan, minat, konsep diri, sikap, dan moral tertentu yang diperlukan dalam pengembangan kualitas kepribadian dan kemudian didemonstrasikan ke dalam perilaku yaitu,
- Kemampuan (ranah psikomotor)
Sebagai contoh, kita boleh jadi tidak sadar kalau dalam berbicara dengan orang lain menggunakan nada bicara yang judes. Program ini akan melakukan upaya untuk memberikan feedback bahwa cara bicara kita judes dan memberi kesadaran bahwa hal tersebut tidak baik untuk diteruskan. Salah satu caranya adalah dengan menanamkan nilai rasa cinta kepada sesama manusia yang fitrah nya adalah makhluk sosial yang memerlukan kehadiran orang lain dan saling membutuhkan. Tidak ada manusia yang sanggup hidup sendiri di muka bumi sepanjang hidupnya. Jadi jika kita memiliki nilai dan rasa kasih yang besar kepada orang lain, tidak mungkin kita akan bicara dengan nada yang judes kepada orang lain. Pasti kita akan berusaha untuk menjaga tutur kata kita dan tidak melukai perasaan orang lain, bahkan berusaha agar orang tersebut bisa merasakan kebaikan diri kita.
Prinsip dasar ketiga dan keempat dari program ini yaitu locus of control dan learning style. Locus of control diperlukan untuk melihat kesiapan belajar Anda. Sedangkan learning style perlu diidentifikasi untuk melihat efektifvitas Anda dalam mempelajari sesuatu apakah melalui visual, auditory atau kinaesthetic.
TOPIK, SASARAN DAN FOKUS PERILAKU
Program ini menyediakan 4 (empat) topik peningkatan kualitas kepribadian yang dapat Anda pilih sendiri. Namun kami akan memberikan saran prioritas topik berdasarkan hasil Assessment yang akan Anda ikuti di awal program. pelatihan self development di jakarta
4 (empat) topik peningkatan kualitas kepribadian yang kami sediakan yaitu :
- Fundamental Task Oriented plus Extrovert
- Fundamental People Oriented plus Extrovert
- Fundamental People Oriented plus Introvert
- Fundamental Task Oriented plus Introvert
Topik-topik ini memiliki sasaran dan fokus perilaku masing-masing untuk peningkatan kualitas kepribadian yaitu :
- Fundamental Task Oriented plus Extrovert
- Menghayati pentingnya fokus pada penyelesaian tugas-tugas
- Memahami mengapa perlu membuka diri terhadap hal-hal baru
- Memahami mengapa perlu membuka diri terhadap “dunia luar”
- Memahami mengapa perlu melihat big picturedari sebuah tugas
- Memahami mengapa perlu ada tujuan dari setiap pekerjaan
- Memahami mengapa perlu kemandirian dalam bekerja
- Memahami mengapa perlu ada kompetisi di antara sesama pekerja
- Memahami cara mengarahkan atau mengorganisir pekerjaan
- Memahami mengapa perlu hasil nyata dari suatu pekerjaan
- Memahami mengapa perlu mengambil resiko yang dapat terkelola (medium risk)
- Memahami bagaimana cara berpikir kreatif terutama saat menghadapi masalah
- Memahami mengapa konflik perlu dihadapi, bukan dihindari
- Memahami mengapa perlu menentukan sikap ketika menghadapi dilema masalah
- Menguasai teknik pengambilan keputusan
- Fundamental People Oriented plus Extrovert
- Memahami mengapa perlu membuka diri terhadap “dunia luar”
- Memahami mengapa perlu membuka diri terhadap hal-hal baru
- Memahami mengapa perlu memiliki rasa cinta kepada semua orang
- Memahami mengapa lebih baik berpikir optimis daripada pesimis
- Memahamimengapa perlu sering berkomunikasi dengan orang lain
- Memahami bagaimana cara berbicara secara persuasif
- Memahami manfaat kebersamaan dengan orang lain saat bekerja
- Memahami mengapa perlu bersemangat dan antusiasdalam bekerja
- Memahami mengapa perlu memberikan pujian dan dukungan ke orang lain
- Memahami mengapa perlu menerima perhatian dan pujian dari orang lain
- Memahami bagaimana cara pandang yang tepat dalam menghadapi kritik
- Menemukan rasa percaya diri untuk bicara di depan kelas
- Mampu berkomunikasi timbal balik dengan audiens
- Fundamental People Oriented plus Introvert
- Memahami mengapa perlu memiliki rasa cinta kepada semua orang
- Memahami mengapa perlu stabilitas dan kepastian dalam bekerja
- Memahami mengapa perlu mendengar orang lain
- Mampu berempati dan melihat sudut pandang orang lain
- Menghayati pentingnya mencintai dan mendukung orang-orang terdekat
- Memahami mengapa perlu sikap pantang menyerah saat mengalami kegagalan dan tetap berusaha untuk mencapai tujuan
- Memahami mengapa perlu ketenangan dan kontrol diri
- Memahami mengapa perlu menjaga suasana yang harmonis dalam bekerja
- Memahami bagaimana cara pandang yang tepat sebagai bawahan kepada atasan di dalam sebuah tim
- Mampu menguasai diri saat menghadapi konfrontasi ketika berkomunikasi dengan orang lain dan tetap mampu menyampaikan pendapat pribadi dengan tenang
- Menguasai teknik mengatasi stres
- Fundamental Task Oriented plus Introvert
- Memahami mengapa perlu stabilitas dan kepastian dalam bekerja
- Menghayati pentingnya fokus pada penyelesaian tugas-tugas
- Memahami mengapa perlu bekerja secara sistematis
- Memahami pentingnya akurasi dalam banyak tugas, tidak hanya tugas keuangan
- Menghayati pentingnya kualitas pekerjaan
- Memahami mengapa perlu berhati-hati dalam mengambil keputusan
- Memahami bagaimana alur berpikir yang logis
- Memahami bagaimana cara pandang yang tepat saat mendapat penolakan dari orang lain
- Memahami pentingnya mengikuti arahan leader pada situasi krisis
- Menguasai task dan time management
Keempat topik di atas merupakan topik pengembangan kepribadian dasar yang menitikberatkan pada pemahaman. Selanjutnya ada topik-topik pengembangan kepribadian lanjutan yang berfokus pada penghayatan (afeksi) dan penguasaan keterampilan (psikomotor). Pemahaman-pemahaman yang diperoleh di topik pengembangan kepribadian dasar akan diperkuat agar terinternalisasi menjadi values, beliefs, self concept, attitudes atau moral tertentu. Lalu hal ini akan dipraktekkan dan diwujudkan menjadi perilaku yang kemudian lewat pembiasaan akan berubah menjadi habits.Akhirnya dari habitsakan menjelma menjadi bagian dari kepribadian kita yang baru.
Perilaku-perilaku ini jika dikumpulkan, dapat diprogram untuk membentuk sebuah keterampilan praktis yang sangat bermanfaat dalam pekerjaan kita sehari-hari. Untuk lebih detilnya, keterampilan praktis dan materi utama dari topik pengembangan kepribadian lanjutan akan dijelaskan setelah mengikuti topik pengembangan kepribadian dasar. Namun demikian sebagai gambaran, berikut ini adalah beberapa contoh keterampilan yang akan dipelajari di topik-topik pengembangan kepribadian lanjutan :
- Management meeting skills
- Managing upwards skills (managing your bosses)
- Skills in dealing with difficult/unexpected situations
- Managerial skills
- Negotiation skills. pelatihan Negotiation skills di jakarta
- Motivating skills
- Self-promotion skills
- Persuasion skills
- Skills in dealing with difficult people
- Networking skills
- Teamwork skills
- Savvy in handling office politics
ALUR PROGRAM
- Assessmenttertulis untuk identifikasi kebutuhan individual
METODE PELATIHAN PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN
Metode penyelenggaraan baik secara training online atau training zoom atau training daring maupun training offline atau training tatap muka :
- Presentasi
- Diskusi antar peserta
- Studi kasus
- Simulasi
- Evaluasi
- Konsultasi dengan instruktur
TRAINER/ INSTRUKTUR
Instruktur yang berkompeten di bidang PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN
Tim Instruktur CASA TRAINING
Kegiatan training dan konsultansi dikelola oleh para tenaga ahli dan instruktur yang berpengalaman dan berkompeten di bidangnya. Ini akan menjadi “kunci” bagi suksesnya aktivitas training dan konsultansi yang dijalankan.Juga menjadi kunci bagi perkembangan perusahaan anda di masa depan.
Karena kompleksnya pelatihan ini, maka dibutuhkan pendalaman yang lebih komprehensif melalui sebuah training.Dan menjadi sebuah kebutuhan akan training provider yang berpengalaman di bidangnya agar tidak membuat peserta menjadi cepat bosan dan jenuh dalam mendalami bidang teknik ini.
Jadwal Pelatihan Casa Training 2026 :
Batch 1 : 20 – 21 Januari 2026
Batch 2 : 10 – 11 Februari 2026
Batch 3 : 3 – 4 Maret 2026
Batch 4 : 14 – 15 April 2026
Batch 5 : 19 – 20 Mei 2026
Batch 6 : 24 – 25 Juni 2026
Batch 7 : 8 – 9 Juli 2026
Batch 8 : 19 – 20 Agustus 2026
Batch 9 : 16 – 17 September 2026
Batch 10 : 7 – 8 Oktober 2026
Batch 11 : 18 – 19 November 2026
Batch 12 : 9 – 10 Desember 2026
Lokasi Training Offline atau Online :
- Yogyakarta
- Jakarta
- Bandung
- Bali
- Surabaya
- Lombok
- Online via Zoom
Catatan : Apabila perusahaan membutuhkan paket in house training, anggaran investasi pelatihan dapat menyesuaikan dengan anggaran perusahaan.
Fasilitas Training Offline atau Online :
Negotiable / by request

