TRAINING SELLING SKILL

TRAINING SELLING SKILL

Training Selling Skill bantu tingkatkan komunikasi, negosiasi, dan kemampuan closing penjualan bersama Casa Training. Segera daftar!

pelatihan Selling Skill di jogja

Deskripsi Training Selling Skill 

DESKRIPSI

Training Selling Skill membantu peserta memahami proses penjualan secara terstruktur mulai dari mengenali calon pelanggan hingga menutup transaksi. Melalui pelatihan ini, peserta dapat membangun komunikasi yang lebih percaya diri, memahami kebutuhan pelanggan, serta menawarkan solusi yang relevan.

Selain membahas teknik komunikasi penjualan, peserta mempelajari prospecting, pendekatan awal, penggalian kebutuhan, presentasi produk, penanganan keberatan, negosiasi, dan closing. Selanjutnya, trainer mengulas strategi follow-up, pengelolaan hubungan pelanggan, pencapaian target, serta evaluasi aktivitas penjualan.

Secara khusus, program ini sesuai bagi sales representative, account executive, relationship officer, marketing officer, customer service, business development officer, supervisor penjualan, calon tenaga penjual, serta profesional yang berhubungan langsung dengan pelanggan.

TUJUAN TRAINING SELLING SKILL

  • Pada tahap awal, peserta memahami proses penjualan profesional.
  • Selanjutnya, peserta mengenali karakter dan kebutuhan pelanggan.
  • Selain itu, peserta mampu membangun komunikasi yang meyakinkan.
  • Melalui prospecting, peserta dapat menemukan calon pelanggan potensial.
  • Di sisi lain, peserta mampu menggali kebutuhan secara tepat.
  • Untuk meningkatkan minat, peserta dapat mempresentasikan manfaat produk.
  • Kemudian, peserta mampu menangani keberatan pelanggan.
  • Dalam negosiasi, peserta dapat mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.
  • Sebagai tindak lanjut, peserta mampu menjaga hubungan pelanggan.
  • Pada akhirnya, peserta dapat meningkatkan pencapaian target penjualan.

MATERI TRAINING SELLING SKILL

  1. Sebagai pengantar, materi membahas konsep penjualan, peran tenaga penjual, sikap profesional, target, dan tahapan sales process.
  2. Selanjutnya, peserta mempelajari sales mindset, kepercayaan diri, orientasi pelanggan, disiplin, ketekunan, dan motivasi pencapaian.
  3. Selain itu, prospecting mencakup segmentasi, profil pelanggan, sumber prospek, referral, database, dan penentuan prioritas.
  4. Untuk membangun hubungan, peserta mempelajari opening, rapport building, bahasa tubuh, active listening, dan komunikasi persuasif.
  5. Dalam penggalian kebutuhan, materi membahas probing, pertanyaan terbuka, identifikasi masalah, harapan, anggaran, dan keputusan pembelian.
  6. Berikutnya, peserta mempelajari presentasi produk, unique selling proposition, manfaat, bukti pendukung, demonstrasi, dan storytelling.
  7. Sementara itu, penanganan keberatan mencakup harga, kualitas, waktu, kebutuhan, pesaing, keraguan, serta teknik memberikan jawaban.
  8. Sebagai bagian dari negosiasi, peserta mempelajari persiapan, posisi tawar, konsesi, nilai transaksi, komunikasi, dan pencapaian kesepakatan.
  9. Dalam proses closing, materi membahas sinyal pembelian, teknik penutupan, konfirmasi pesanan, pembayaran, dan komitmen pelanggan.
  10. Pada bagian akhir, trainer mengulas follow-up, customer relationship, sales pipeline, evaluasi target, action plan, dan studi kasus penjualan.

METODE TRAINING SELLING SKILL

Metode Bimtek/Training menggabungkan pemaparan materi, diskusi, studi kasus, simulasi komunikasi, latihan prospecting, role play presentasi produk, praktik penanganan keberatan, negosiasi, serta teknik closing. Selain itu, trainer membahas masalah yang sering terjadi, seperti kurang memahami kebutuhan pelanggan, presentasi terlalu berfokus pada produk, keberatan tidak tertangani, follow-up terlambat, dan target tidak dipantau. Melalui metode tersebut, peserta dapat meningkatkan selling skill secara lebih praktis, percaya diri, persuasif, dan berorientasi pada hasil.

OUTPUT TRAINING SELLING SKILL

Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta mampu mencari prospek, membangun hubungan, menggali kebutuhan, mempresentasikan solusi, menangani keberatan, bernegosiasi, dan menutup penjualan secara lebih efektif. Selain meningkatkan komunikasi dan kepercayaan diri, peserta dapat mengelola follow-up, menjaga hubungan pelanggan, memantau pipeline, serta menyusun rencana pencapaian target. Oleh karena itu, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas tenaga penjual dan pertumbuhan pendapatan.