TRAINING K3 PESAWAT ANGKAT

TRAINING K3 PESAWAT ANGKAT

Training K3 Pesawat Angkat bantu tingkatkan inspeksi, pengoperasian, dan keselamatan alat angkat bersama Casa Training. Segera daftar!

pelatihan K3 PESAWAT ANGKAT di jakarta
Deskripsi Training K3 Pesawat Angkat

DESKRIPSI

Training K3 Pesawat Angkat membantu peserta memahami prinsip keselamatan dalam pemeriksaan, pengoperasian, dan pemeliharaan peralatan pengangkatan. Melalui pelatihan ini, peserta dapat mengenali jenis alat, kapasitas beban, komponen utama, serta potensi bahaya selama kegiatan pengangkatan.

Selain membahas teknik pemindahan beban, peserta mempelajari pemeriksaan alat bantu angkat, penyusunan lifting plan, komunikasi isyarat, dan pengendalian area kerja. Selanjutnya, trainer mengulas prosedur operasi, inspeksi sebelum penggunaan, pemeliharaan rutin, dan penanganan kondisi darurat.

Secara khusus, program ini sesuai bagi operator crane, rigger, signalman, teknisi, maintenance officer, safety officer, HSE officer, supervisor lapangan, pengawas operasional, serta personel yang terlibat dalam kegiatan pengangkatan beban.

TUJUAN TRAINING K3 PESAWAT ANGKAT

  • Pada tahap awal, peserta memahami prinsip keselamatan alat angkat.
  • Selanjutnya, peserta mengenali jenis dan fungsi peralatan.
  • Selain itu, peserta mampu mengidentifikasi komponen utama alat.
  • Melalui pemeriksaan, peserta dapat memastikan kelayakan peralatan.
  • Di sisi lain, peserta mampu memahami kapasitas dan pusat beban.
  • Untuk mencegah kecelakaan, peserta dapat mengenali bahaya pengangkatan.
  • Kemudian, peserta mampu menyusun rencana pengangkatan yang aman.
  • Dalam pelaksanaan, peserta dapat menerapkan komunikasi isyarat.
  • Sebagai dasar perawatan, peserta mampu mencatat kondisi peralatan.
  • Pada akhirnya, peserta dapat meningkatkan keselamatan operasi pengangkatan.

MATERI TRAINING K3 PESAWAT ANGKAT

  1. Sebagai pengantar, materi membahas konsep keselamatan, tujuan, ruang lingkup, tanggung jawab, dan risiko kegiatan pengangkatan.
  2. Selanjutnya, peserta mempelajari overhead crane, mobile crane, gantry crane, tower crane, hoist, winch, dan alat angkat lainnya.
  3. Selain itu, komponen utama mencakup boom, wire rope, hook, drum, sheave, brake, limit switch, outrigger, dan sistem kontrol.
  4. Untuk memahami kemampuan alat, peserta mempelajari safe working load, working load limit, load chart, radius kerja, dan pusat gravitasi.
  5. Dalam pemeriksaan alat, materi membahas struktur, wire rope, hook, rem, sistem hidrolik, alarm, indikator, dan perangkat pengaman.
  6. Berikutnya, peserta mempelajari sling, shackle, chain block, spreader beam, lifting clamp, eye bolt, serta pemeriksaan alat bantu angkat.
  7. Sementara itu, lifting plan mencakup karakteristik beban, metode pengikatan, jalur pemindahan, posisi alat, kondisi tanah, dan personel terkait.
  8. Sebagai bagian dari pelaksanaan, peserta mempelajari komunikasi signalman, hand signal, radio komunikasi, blind lifting, dan koordinasi tim.
  9. Dalam pengendalian risiko, materi membahas beban jatuh, alat terguling, overload, pinch point, listrik, cuaca buruk, dan area terlarang.
  10. Pada bagian akhir, trainer mengulas preventive maintenance, logbook, pelaporan kerusakan, respons darurat, action plan, dan studi kasus.

METODE TRAINING K3 PESAWAT ANGKAT

Metode pelatihan menggabungkan pemaparan materi, diskusi, demonstrasi komponen, latihan membaca load chart, simulasi inspeksi, penyusunan lifting plan, pemeriksaan alat bantu angkat, serta praktik komunikasi isyarat.

Selain itu, trainer membahas masalah yang sering terjadi, seperti beban melebihi kapasitas, sling tidak sesuai, alat tidak diperiksa, area kerja tidak steril, dan koordinasi tim yang kurang efektif. Melalui metode tersebut, peserta dapat menjalankan kegiatan pengangkatan secara lebih aman, sistematis, disiplin, dan terdokumentasi.

OUTPUT TRAINING K3 PESAWAT ANGKAT

Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta mampu memeriksa, mengoperasikan, mengawasi, dan merawat peralatan angkat secara lebih tepat serta aman. Selain memahami kapasitas beban, load chart, alat bantu angkat, dan prosedur komunikasi, peserta dapat menyusun lifting plan, mengenali kondisi tidak aman, menghentikan pekerjaan berbahaya, serta membuat catatan pemeriksaan. Oleh karena itu, perusahaan dapat mengurangi risiko kecelakaan, kerusakan aset, dan gangguan operasional selama kegiatan pengangkatan.